renungan alkitab tentang kasih
4Agustus 2022 Indarti. Mustahil bagi pikiran manusia mengerti seluruhnya satu kebenaran atau janji Alkitab. Seseorang melihat kemuliaan dari satu sudut pandangan, sebagian lagi dari sudut pandangan yang lain; namun kita hanya dapat melihat cahaya yang samar-samar. Cahaya yang penuh adalah di luar pandangan mata kita.
JanganKasih Kendor! Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan. (Roma 12:11 TB) Selama bertahun-tahun melayani, pasti sudah begitu banyak gesekan dan pada akhirnya, cepat atau lambat akan sampai pada titik jenuh. Akibatnya, tidak lagi memberikan pelayanan yang terbaik, malas mengupgrade kemampuan
Situsseputar Alkitab, Teologi dan Kekristenan dan ditujukan terutama bagi umat kristiani, untuk menambah wawasan seputar Alkitab, Teologi Jadwal Gereja, dan Cerita Kristen; namun juga bagi siapa saja yang ingin mengetahui lebih dalam tentang Alkitab, teologi Kristen serta kekristenan itu sendiri. Tag: renungan rohani tentang kasih. Yakobus
AyatAlkitab untuk renungan singkat Kristen hari ini 10 September 2021, terambil dari Kitab Matius 18:12-20. Renungan Singkat Kristen Tentang Kasih ini selalu mengajarkan begitu besarnya kasih Allah kepada setiap umat-Nya yang tersesat dan hilang. Disitu Tuhan Yesus menegaskan kepada kita semua bahwa Allah Bapa tidak akan membiarkan kita
Sebabkasih Kristus yang menguasai kami. [2 Korintus 5:14] Apa yang di benak orang-orang mengenai kasih yang tidak pernah ditunjukkan dalam perbuatan? Mengapa, mereka berkata, "Lebih baik teguran yang nyata-nyata dari pada kasih yang tersembunyi." RENUNGAN PAGI (diterjemahkan dari Morning and Evening: Daily Readings, Charles H
Exemple Premier Message Sur Site De Rencontre. Jika kita ingin belajar untuk mengasihi sesama manusia, maka kita harus tahu tentang kasih Tuhan, kasih setia Tuhan. Bahkan bukan hanya tahu, haruslah kasih Allah benar-benar tertanam di dalam hati kita, ada begitu banyak ayat Alkitab tentang kasih. Kita haruslah memiliki hati yang berpusat pada Allah dan bersyukur atas kasih karunia yang melimpah, maka bertolak dari rasa syukur inilah kita dapat satu yang paling terkenal adalah Yohanes 316, namun pada artikel ini saya tidak sedang menjelaskan ayat ini. Saya sedang mengajak Anda untuk mengenal Allah, sifat Allah yang Ia nyatakan pada saat manusia jatuh ke dalam dosa. Bagi saya, ayat Alkitab tentang kasih karunia yang Allah nyatakan untuk pertama kalinya, ada di kejadian 3 ketika Allah memanggil Adam dan Hawa. Lalu bersyukur karena telah menikmati kasih Allah."Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya “dimanakah engkau?” Kejadian 39 TB, kasih yang mencari, kasih yang mengetahui bahwa diri-Nya telah dihianati oleh ciptaan-Nya. Ini adalah adalah kasih yang TUHAN nyatakan kepada manusia yang pada kesempatan ini, mari kita belajar mengenal Allah yang memperkenalkan diri-Nya. Melalui Alkitab, Ia adalah Allah yang pengasih. Namun kita juga harus mengerti bahwa kita telah gagal mengasihi Allah dan diri sendiri, karena kasih kita adalah kasih terbatas dari manusia berdosa, hal ini penting untuk diketahui dan terus diingat. Karena kita akan mengerti kasih Yesus yang besar, hanya dengan kita mengerti juga secara benar dan mengakui bahwa diri kita adalah pendosa itu adalah kasih bagi manusia yang sebenarnya tidak layak untuk menerima kasih yang Alkitab tuliskan untuk kita, lalu bagaimana kita dapat layak? Pertanyaan ini akan saya jelaskan pada poin yang ketiga, yaitu kenyataan kasih Allah yang tidak seperti manusia inginkan dan dari artikel kali ini, saya ambil dari Ratapan 3, saya akan menjabarkan 3 poin. Pertama, ratapan Yeremia ketika penderitaan menikam hati dan pikiran. Kedua, penderitaan adalah buah dari dunia yang berdosa. Tiga, kenyataan kasih yang tidak seperti yang dipikirkan oleh dari tiga poin di atas adalah injil Yesus Kristus, sebagai puncak dari pernyataan kasih Allah kepada umat manusia. Dan inilah yang Allah nyatakan melalui Alkitab, inilah inti dari kabar yang harus terus didengar dan diingat. Bahkan tertanam di hati setiap kita sebagai orang percaya. Roh Kudus kiranya, menyertai tulisan ini dan Anda yang membacanya. 1. Ketika adanya penderitaan, ratapan YeremiaKitab Ratapan ditulis oleh Yeremia, berisi Ratapan ketika melihat kehancuran Yerusalem. Maka kita dapat melihat kedalaman dari kesedihan ini pada ayat-ayat di bawah ini, lalu mari kita pikirkan. Apakah Allah yang mengijinkan semua ini benar-benar 31-12 TBAkulah orang yang melihat sengsara disebabkan cambuk murka-Nya. Ia menghalau dan membawa aku ke dalam kegelapan yang tidak ada aku dipukul-Nya berulang-ulang dengan tangan-Nya sepanjang hari. Ia menyusutkan dagingku dan kulitku, tulang-tulangku mendirikan tembok sekelilingku, mengelilingi aku dengan kesedihan dan menempatkan aku di dalam gelap seperti orang yang sudah lama menutup segala jalan ke luar bagiku, Ia mengikat aku dengan rantai yang berat. Walaupun aku memanggil-manggil dan berteriak minta tolong, tak didengarkan-Nya merintangi jalan-jalanku dengan batu pahat, dan menjadikannya tidak beruang Ia menghadang aku, laksana singa dalam tempat persembunyian. Ia membelokkan jalan-jalanku, merobek-robek aku dan membuat aku tertegun. Ia membidikkan panah-Nya, menjadikan aku sasaran anak ketika membaca ayat di atas, saya terbayang akan kehidupan yang samasekali tidak mendapatkan kasih seperti yang jiwa ini rindukan, kehidupan yang menyedihkan dengan hati yang merana. Dalam gelap yang teramat sangat, Ratapan Yeremia ini menunjukkan kepada Anda dan saya kegelapan yang sangat merusak pikiran dan hati, mental yang hancur karena melihat kenyataan kehancuran yang ada di adakah harapan? Masihkah Allah mengasihi bangsa pilihan-Nya? Masihkah Dia layak dikatakan Allah yang setia? Inilah gambaran dari hati saya ketika saya sedang merenungkan untuk berada di posisi kata kunci dari segala kesedihan Yeremia, ada pada ayat satu. Penyebab dari kesedihan ini, bukanlah karena satu hal yang kebetulan atau karena kehebatan bangsa yang menghancurkan Yerusalem. Hal ini disengaja oleh Dia yang katanya baik berdasarkan definisi kita yang liar. Allah yang Anda dan saya anggap baik, lemah lembut, penuh kasih, menuruti semua yang kita inginkan. Asalkan memiliki kepercayaan kalau Dia mau atau bisa melakukan seperti apa yang kita inginkan dan minta. Ternyata itu hanyalah allah palsu hasil ciptaan kita, allah palsu yang kita harapkan untuk memenuhi keinginan hati kita yang liar dan penuh melalui ayat di atas, saya harap Anda dapat melihat Allah yang Alkitab tuliskan, Allah yang memperkenalkan diri-Nya. Dibalik itu semua ada harapan yang Allah sedang nyatakan. Dia adalah Allah yang tidak sama seperti yang kita ciptakan melalui pikiran kita, Ia Allah yang tidak bisa kita kendalikan, walau dengan kepercayaan yang luar biasa dari. Jika itu bukan yang Ia inginkan, tidak akan Ia lakukan. Sebab Dia Allah, Dia pencipta dan Ia tahu kehendak Dia untuk tidak sama seperti yang para pendeta khotbahkan saat berkata. Ketika Anda berharap lebih kuat bahkan, jika iman Anda besar, maka Anda akan mendapatkan semua yang Anda inginkan. Ini adalah janji yang dipenuhi kebohongan. Ini bukan kasih yang Alkitab untuk lebih dalam mengerti murka kudus ini, kita masuk pada poin yang ke-2, untuk memperjelas lagi Ratapan 3 Penderitaan adalah buah dari dunia yang telah jatuh dalam dosaJika Anda mempelajari, kitab Raja-raja, kitab Tawarikh, maka Anda akan mengerti mengapa semua penderitaan yang diratapi oleh Yeremia terjadi. Saya akan jelaskan secara singkat, jadi begini pada kitab Tawarikh menceritakan kehidupan raja-raja setelah Salomo meninggal, bahkan kerajaan Israel terpecah menjadi dunia. Maka Yeremia hidup pada masa raja-raja ini, Anda dapat perhatikan ketika membaca kita ada raja yang tidak menyembah Allah, mereka menyembah berhala. Ada yang mempersembahkan anaknya sebagai korban bagi dewa. Anda dapat membacanya di 2 Raja-raja 161-3. Saya ingin menegaskan bahwa penderitaan yang Yeremia alami adalah buah dari dosa. Dosa tidak dapat terhindarkan, dosa bukan saja menjauhkan Anda dan saya dari Allah tetapi dosa juga membuat Allah murka. Suatu hal yang wajar jika pemilik hidup, mengijinkan semua kehancuran atas Yerusalem yang telah menjadi gudang penyembahan berhala dibakar. Ketika saya merenungkan, hati yang hancur ini, saya tidak mampu membayangkan sebuah kehancuran itu lebih dalam saya ingin membawa Anda kepada pengertian yang indah sesuai dengan judul artikel ini, yaitu tentang kasih setia Tuhan yang tidak berkesudahan. Dan kita dapat terus bersyukur karenanya. 3. Kasih yang meneguhkan pengharapan di luar pemikiran manusiaMustahil rasanya untuk dapat berpikir sesuatu hal yang baik, jika di hadapan mata yang ada hanya reruntuhan akibat perang. Tetapi kalimat mustahil yang lahir dari pikiran saya ini tidak berlaku bagi Yeremia sih hamba yang setia dan menderita ratapan yang Yeremia kumandangkan dari ayat 1 sebagai alasan dari kehancuran, sampai ayat 20 sebagai ratapan. Kita dapat lihat satu realita kehidupan yang gila saya rasa, Yeremia melihat keindahan Allah. Yeremia mengajari kita berharap pada sangat-sangat mengerti bahwa Allah seperti apa yang Ia sembah. Ini adalah satu perjalan menuju Injil, ketika kita tahu manusia telah berdosa maka kita melihat kehancuran. Tetapi ketika Allah menyatakan diri-Nya kepada manusia, kita mendapatkan saja kabar baik itu diawali oleh kabar buruk yang dunia berikan kepada Anda dan saya. Untuk lebih dalam lagi saya harap Anda merenungkan ayat di bawah ini secara pribadi. Untuk melihat secara nyata keindahan Allah yang menjadi sumber harapan yang pengasih, bahkan cara Ia mengasihi tidak seperti kasih yang kita pikirkan berdasarkan keterbatasan kita, ini adalah kasih setia TUHAN dinyatakan melalui alkitab tidak bersudahan. Ratapan 321-32 TBTetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"TUHAN adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepada-Nya. TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan baik bagi seorang pria memikul kuk pada masa ia duduk sendirian dan berdiam diri kalau TUHAN ia merebahkan diri dengan mukanya dalam debu, mungkin ada ia memberikan pipi kepada yang menamparnya, biarlah ia kenyang dengan tidak untuk selama-lamanya Tuhan walau Ia mendatangkan susah, Ia juga menyayangi menurut kebesaran kasih akhirnya kabar baik Yeremia renungkan, ditengah hati yang sesak, ia mengingat akan kesetiaan Allah. Saudaraku pada akhirnya harapan Anda dan saya, kasih setia Allah secara nyata. Ia beritahukan melalui berita adalah tentang Yesus yang disalibkan itu, Yesus yang menerima semua hukuman dosa kita, ditimpakan kepada-Nya cawan murka Allah yang mengerikan. Yesus yang telah bangkit, kubur yang telah kosong dan Yesus yang telah naik ke sorga. Inilah sumber pengharapan kita Yesus adalah definisi dari kasih setia bukan Yesus yang dikabarkan untuk menyatakan kasih setia TUHAN dinyatakan, melalui alkitab tidak berkesudahan. Sia-sialah sebuah berita, maka itu hanyalah motivasi dan himbauan untuk melakukan ini dan di dalam Yesus kita akan mengerti dosa. Bahkan perbuatan terbaik pun jika secara benar kita memandang kepada Injil, hal itu tetaplah dipengaruhi oleh keberdosaan kita. Maka untuk masuk ke dalam kehidupan Kristen sejati yang dapat melihat kebesaran kasih karunia Yesus Kristus. Kita merenungkan secara pribadi dan mari lihat kedalam hati kita dan bertobat. Ratapan 3 40-41 TBMarilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada kita mengangkat hati dan tangan kita kepada Allah di sorga Kami telah mendurhaka dan memberontak, Engkau tidak mengampuni. Maksud dari Allah tidak mengampuni, karena pada waktu itu Yeremia telah melihat murka Allah. Karena pada waktunya akan ada di mana tidak aka nada lagi kesempatan untuk bertobatSungguh Yeremia telah mendapatkan pelajaran yang berharga dan menikmati Allah melalui kejadian yang ada dihadapan-Nya. Ia melihat kasih setia Tuhan, bahkan kita sekarang dapat mengerti sekarang bahwa kasih setia itu digenapi di dalam Yesus Kristus TUHAN berdasarkan Mazmur 1381 TB Dari Daud. Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu. Kita bersyukur kepada Tuhan, kita memiliki Dia yang setia, mengasihi kita dengan kasih yang kekal dan indah, Dia yang tidak pernah berubah sampai Allah Roh Kudus membukakan kepada kita secara jelas sifat pengasih dari Allah dan damai sejahtera dari Tuhan kita Yesus Kristus menyertai kita. AMIN
Pw S. Tomas Aquino, Imam dan Punjangga Gereja P Ibr. 1019-25; Mzm. 241-2,3-4ab,5-6; Mrk. 421-25 Dalam kehidupan ini kita selalu diajarkan untuk bisa saling berbagi kepada orang lain. Namun dibalik itu, ada berbagai motivasi yang akan muncul ketika seorang atau kelompok ingin berbagi kepada orang lain. Ada motivasi karena hubungan persaudaraan, ada karena supaya mendapat balasan nantinya, ada karena ingin dipuji, dan ada juga yang memberi dengan penuh ketulusan. Manakah motivasi berbagi yang sesungguhnya? Motivasi berbagi yang sesungguhnya adalah kasih. Itulah sebabnya ketika kita berbagi hendaklah kita tulus memberinya kepada orang lain tanpa menghitung-hitung pemberian tersebut. Dalam Injil hari ini lewat perumpamaan tentang pelita dan ukuran Yesus telah berkata “Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu. Karena siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil.” Maka berbagi kasih kepada sesama itu sangatlah penting. Bisa saja yang kita bagikan kepada orang lain dalam bentuk barang dan bisa juga jasa, tetapi yang paling mendasar adalah yang dibagikan itu atas dasar kasih. Apa yang kita bagikan akan menunjukkan pelita bagi orang lain yang menerimanya. Inilah yang dikehendaki oleh Yesus kepada kita, agar kita bisa menyinari orang lain untuk merasakan kasih-Nya. Dengan memberi sesuatu kepada orang lain sekecil apa pun nilainya berarti kita telah menjadi cahaya untuknya. Tentunya cahaya yang kita bagikan itu merupakan cahaya yang bersumber dari semangat Kristus. Hal ini juga telah diungkapkan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Ibrani bahwa hendaklah kita saling memperhatikan dalam kasih untuk saling membantu dalam segala tugas dan pekerjaan kita. Maka dari itu hendaklah kita bisa membagikan kasih kepada orang lain. Seperti St. Tomas Aquino yang menuliskan hasil pengetahuannya dan refleksinya tentang Kristus dalam buku-bukunya untuk dibagikan orang kepada orang lain. Karya tulisnya menjadi cahaya bagi banyak orang dalam menghayati dan memahami misteri Tuhan. Oleh karena itu pertama-tama perlu kita mencintai dan menghayati kasih Kristus untuk menjadi teladan kita. Berdasarkan penghayatan akan mendorong dan menuntun kita membagikan kasih kepada orang lain. Fr. Exel Lorinanto “Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan yang baik.” Ibr 10 24 Marilah berdoa Ya, Yesus bantulah aku untuk mengerti tentang kasih-Mu, supaya saya juga bisa membagikan kasih kepada orang lain dan menjadi cahaya baginya. Amin.
Renungan Harian Kristen hari ini 19 Januari 2020. Bacaan Alkitab “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi, besar kesetiaan-Mu!” Ratapan 3 22-23 Ketika kehidupan kita berjalan dengan baik; keluarga yang berbahagia, karier menjanjikan, penghasilan cukup, badan sehat segarbugar, bahkan ketika kita masih dapat menghirup udara gratis, kita percaya itu karena kasih Tuhan. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang penuh dengan pergumulan hidup; entah mereka yang mengalami kelaparan, sakit, keluarga berantakan, kemiskinan, teraniaya atau mereka juga terancam hidupnya sebagai akibat dari kerusuhan massal di daerah tertentu? Apakah Tuhan tidak mengasihi mereka? Apakah kasih setia Tuhan tidak tinggal dalam hidup mereka? Sebelum menjadi seorang raja yang masyhur, Daud pernah mengalami situasi sulit 15 tahun lamanya. la menjadi buronan Saul, ia pernah merasa terancam dan ketakutan, kecewa, merasa sendiri dan tak berdaya. Dalam kesesakannya ia berseru, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?” Tetapi Allah sesungguhnya tidak meninggalkannya. Dalam penderitaan dan kesulitan yang menderanya, Tuhan sesungguhnya sedang menggemblengnya menjadi sosok pribadi yang memiliki karakter kualitatif sebagai seorang raja bagi umat Israel. Demikian pula kita saat ini. Pada saat kita mengalami kesulitan, Tuhan memberi kita kekuatan. Kala kita mempunyai persoalan, Tuhan memberikan kebijaksanaan untuk mengatasinya. Kita bekerja keras dalam pekerjaan; Tuhan memberikan kita semangat untuk menjalaninya. Kita tetap tidak dibiarkan-Nya hidup kita baik kemarin sampai saat ini telah membuktikan betapa kasih setia Tuhan berlaku di sepanjang hidup kita, baik di puncak suka maupun di lembah duka. Karena itu, kita tidak perlu cemas akan hari esok. Seperti kepada Daud, Tuhan menjanjikan bahwa kerajaannya akan kokoh untuk selama-lamanya. Janji itu telah digenapi dalam Yesus Kristus – putera Daud. Dia jugalah yang telah menjadikan kita pewaris kerajaan Allah, yang kelak akan kita nikmati pemenuhannya. Janji itu sudah pasti, karena Kristus telah membayarnya dengan darah-Nya sendiri. Terpujilah Tuhan karena kasih setia-Nya dalam hidup kita, kemarin, hari ini dan kekal selama-lamanya. Sehingga kita pun dapat menyongsong masa depan dengan langkap tegap tanpa bimbang atau takut.
Renungan Pagi Kristen, Foto Pixabay Salah satu kebiasaan yang perlu dibangun oleh kita sebagai umat Kristen adalah membaca dan menghayati renungan pagi Kristen. Dengan demikian, maka kita akan mendapatkan kekuatan untuk melewati lika-liku kehidupan. Renungan Pagi Kristen tentang Kasih KaruniaRenungan Pagi Kristen, Foto Pixabay Dikutip dari buku Grace is Greater Kasih Karunia Jauh Lebih Besar, Kyle Idleman, 202038, sumber adalah tempat keluarnya atau asal dari suatu dalam Alkitab, Allah kita sering disebut sebagai sumber sesuatu, mulai dari sumber hayat Mazmur 3610, sumber kehidupan Amsal 1011, sumber hikmat Amsal 184, sumber segala penghiburan II Korintus 13, sampai sumber segala kasih karunia I Petrus 510."Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaan-Nya yang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan dan mengokohkan kamu, sesudah kamu menderita seketika lamanya." 1 Petrus 510 TB.Sebagai sumber segala sesuatu, termasuk segala kasih karunia, maka segala sesuatu yang kita peroleh berasal daripada-Nya. Allah secara khusus memanggil kita untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya yang kekal, agar kita bisa bersekutu dengan-Nya hidup kita sampai kekekalan merupakan kasih karunia dari Allah, sehingga kita hidup bersyukur selamanya. Untuk itu, kita perlu bersyukur dan terus beriman derita, dan bahkan maut seharusnya tidak lagi membuat kita khawatir, karena Allah, sumber segala kasih karunia itu akan senantiasa melengkapi, menguatkan dan meneguhkan kita. Ia akan terus memelihara kita di dalam setiap waktu kehidupan Rasul Petrus mengingatkan agar kita tidak lengah, karena musuh kita adalah iblis. Oleh karena itu, kita harus terus berjaga-jaga dan sadar akan berbagai daya upaya si jahat yang selalu menghendaki kehancuran Tuhan, yang merupakan sumber segala sesuatu, kita akan terus mampu melawan iblis. Kita harus terus mewaspadainya, tanpa perlu takut itu, kita juga harus menyadari bahwa selalu ada orang-orang terdekat yang mendoakan agar kita tetap bertahan dan menang. Seandainya pun kita jatuh, Tuhan akan mengangkat kita dengan membaca renungan pagi Kristen di atas, mari kita sadari bahwa hidup yang kita miliki sekarang adalah bentuk kasih karunia-Nya. Oleh karena itu, mari jalani kehidupan dengan penuh rasa syukur dan iman kepada-Nya. BRP
Bersyukurlah kepada Tuhan sebab Ia baik, bahwa untuk selama-selamanya kasih setia-Nya. Tuhan berkata dalam Matius 1128, Tuhan Yesus memberikan kelegaan serta ketenangan jiwa.“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Setiap kita melangkah, setiap tugas yang kita selesaikan, setiap pekerjaan yang sukses ada penyertaan Tuhan di dalamnya. Kasih Tuhan tak pernah meninggalkan kita, sekalipun kita berpaling, Ia tak akan jauh. Kita sebagai anak-anak Tuhan tak sepantasnya untuk melupakan menyinggung budaya’ dalam berinteraksi sosial dalam era serba canggih nan modern. Kita acap kali dibutakan oleh persepsi orang lain, apa yang orang lain sosial inginkan membuat kita melakukannya, entah sadar ataupun mereka tidak suka dengan orang yang cerewet, maka kita cenderung tidak banyak bicara saat bersama mereka walaupun sebenarnya bukan itu kepribadian kita, begitu juga kita harus memakai topeng yang ironisnya menjadi beban yang perlahan mengikis kepribadian kita yang sebenarnya. Takut dikucilkan, takut ditinggalkan, dan takut terhadap penilaian orang lain. Hal ini menjadi faktor utama munculnya perasaan insecure.“Di dalam kasih tidak ada ketakutan; kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan” 1 Yoh 4 18Kita harus memahami arti dari Kasih Tuhan yang sempurna guna mendapatkan keberanian’ untuk menghadapi penilaian orang lain dan lepas dari rasa takut akan hal Tuhan yang dinyatakan dalam pengorbanan Yesus di kayu salib seharusnya melenyapkan semua rasa takut kita. Karena dosa kita sudah ditanggungNya di kayu salib sehingga kita punya jaminan akan hari cahaya yang menerangi gelap, seperti pentunjuk saat kita tersesat, begitulah Kasih Tuhan 46-7“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.”Efesus 318“Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,”Renungan Tentang Kasih TuhanKita hendaknya tak perlu riasau dan hidup dalam rasa takut, karena Tuhan sudah mengasihi kita dengan kasihNya yang sempurna. Dan sudah semestinya kita memberitakan hal ini kepada mereka yang merasa Bersyarat“Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita.” – 1 Yohanes 419Berbeda dengan kasih manusia yang sering menuntut persyaratan, khusunya hubungan sosial yang mengharuskan untuk saling memberi benefit. Sifat inti dari Allah adalah kasih, kasih yang tak bersyarat atau kasih seseorang adalah mentaati Tuhan dan perintahNya, demi kebaikan orang lain, mengupayakan berkat dan keuntungan orang lain untuk jangka panjang. Sikap seperti itulah yang seharusnya dimiliki orang yang percaya akan Berkesudahan“Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!” – Mazmur 1172Artinya Kasih Tuhan mengalir untuk selama-lamanya, berbeda dengan apa yang manusia yang sifatnya hanya sementara. Manusia kerap mengukur Kasih Tuhan berupa materi harta benda, menggunakan tolak ukur manusia untuk menilainya. Akan tetapi bagi Allah karakter manusia jauh lebih sering merasa sudah berbuat banyak hal dan telah berjasa terhadap Allah dan karena itu semestinyalah Allah lebih peduli dan lebih memperhatikan dia. Pemikiran seperti itu membuat manusia gagal memahami keberadaan Allah yang penuh cinta yang SempurnaDalam kasih, kita membuat hidup kita dipimpin oleh Roh Allah. Dalam kasih, kita menjadi anak-anak Allah. Dalam kasih itu pula, setiap penderitaan yang terjadi dalam hidup kita turut dipermuliakan bersama Kristus yang pemahaman kita, kasih akan selalu menjadi sesuatu yang kompleks. Akan tetapi, dalam kehidupan yang nyata, kasih menjadi semakin nyata dan akhirnya, kasih menjadi tanda kehadiran Tuhan dalam hidup kita. Saat kita mampu mengasihi sesama, di situ pula Tuhan berkuasa atas hidup kita dan semakin banyak orang yang mengenal Allah yang mengasihi.
renungan alkitab tentang kasih