kekompakan merupakan unsur utama dalam

23 Sistem pertahanan dan keamanan Bangsa Indonesia memiliki disebut dengan Sistem pertahanan keamanan Rakyat semesta, (Sishankamrata). Berdasarkan sistem ini, TNI pada dasarnya merupakan unsur utama pertahanan dan keamanan, sedangkan unsur pendukungnya adalah . A. pelajar dan mahakalian B. organisasi kepemudaan C. seluruh rakyat Indonesia Transisidalam paragraf bukan merupakan unsur yang harus selalu ada. Apabila pengarang sudah dapat menuangkan idenya tanpa bantuan transisi, maka tidak perlu menggunakannya. a. Transisi Berupa Kata Kata-kata dan kelompok kata yang termasuk transisi sangat beragam. Pengelompokan kata-kata dan kelompok kata transisi sebagai berikut. 1 1 MODUL 3 KB 1 : UNSUR, JENIS DAN TEKNIK TARI A. PENDAHULUAN 1. Deskripsi Singkat Selamat pagi, pada modul sebelumnya Anda telah belajar tentang Seni Musik . Nah, sekarang perhatikan baik-baik modul berikut ini, yaitu tentang seni tari. Aneka ragam tari yang tumbuh dan berkembang di suatu masyarakat, merupakan hasil kreasi manusia untuk Didalam dinamika kelompok terdapat 8 unsur yang meliputi struktur kelompok, tujuan kelompok, fungsi kelompok, pembinaan dan pemeliharaan kelompok, kekompakan dan kesatuan kelompok, tekanan kelompok, suasana kelompok dan efektivitas kelompok. Berikut ini penjelasan mengenai 8 unsur di dalam dinamika kelompok yaitu: Warga akan senang ketika melihat unsur pimpinannya akur. Di Kota Bogor, kita sering melaksanakan banyak kegiatan yang tujuannya membangun sinergitas dan kekompakan unsur Forkopimda," katanya saat menerima rombongan siswa Pendidikan Perwira Pusdikter Pusterad di Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda, Selasa (27/08/2019). Exemple Premier Message Sur Site De Rencontre. MAKNA DARI SEBUAH KEKOMPAKAN Kompak, merupakan kata-kata yang sering diucapkan dalam suatu kelompok tertentu. Istilah ini identik dengan kebersamaan, yaitu bersama-sama melakukan suatu hal untuk tujuan tertentu. Namun belum tentu orang-orang memahami sepenuhnya arti sebuah kekompakan. Alasannya, terkadang dalam suatu komunitas dengan jumlah anggota tertentu ketika kelompok tersebut melakukan kegiatan, tidak semua dari anggotanya ikut serta dalam kegiatan tersebut. Sehingga sering dari beberapa anggota mengatakan bahwa anggota yang tidak ikut itu tidak kompak dan memandang anggota yang tidak kompak telah melakukan sebuah kesalahan atau hal yang tidak baik. Sering kali dalam suatu kelompok, ada anggota yang berfikir mengapa anggota mereka ada yang tidak kompak. Mereka beranggapan kekompakan sebagai kegiatan yang dilakukan secara bersama- sama saja, sehingga jika ada anggota kelompok yang tidak ikut dalam kegiatan tersebut akan masuk dalam kategori tidak kompak. Dari permasalahan ini sering berakibat terjadi perpecahan dikarenakan masalah kompak dan tdk kompak ini. Lalu apakah sesungguhnya makna dr sebuah kekompakan? Dalam situasi apa saja kekompakan itu dibutuhkan? Bagaimanakah cara agar suatu kelompok dpt menjadi kompak? Berikut kami utarakan beberapa opini mengenai kekompakan dg harapan dpt menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian dpt diaplikasikan dlm kehidupan sehari-hari dan mencegah perpecahan antar anggota dlm suatu kelompok. Ada beberapa pandangan yg bisa menjawab tentang definisi dr kekompakan. Dalam KBBI, kompak secara terminologis diartikan sbg bersatu padu dlm menanggapi atau menghadapi suatu perkara. Secara istilah, tiap orang memiliki pandangan masing-masing dlm memaknai kekompakan. Menurut Titta M. Habibi kekompakan itu adalah kebersamaan dlm suatu kegiatan atau pikiran untuk mencapai suatu tujuan. Dari definisi tersebut kami menguraikan unsur dr sebuah kekompakan, yaitu adanya visi dan misi yg jelas, adanya kesanggupan, & kemauan anggota untuk menjalankan visi dan misi. Satu hal lagi menurut kami yg harus ada adalah saling percaya antar anggota. Karena apabila tdk terdapat rasa saling percaya antara satu anggota dg anggota yg lain, maka mustahil anggota kelompok tersebut mau melakukan visi dan misi bersama-sama. Kompak sangatlah berhubungan erat dg suatu kelompok tertentu. Setiap kelompok memiliki tujuan yg ingin dicapai. Jadi kompak itu akan terjadi jika kelompok itu saling bekerjasama dan merasakan susah senang perjuangan untuk mencapai tujuan kelompok tersebut. Akan tetapi konteks tujuan dr kelompok tersebut haruslah tujuan yg baik. Jika tujuan kelompok tersebut merupakan suatu keburukan, kosa kata yang mungkin tepat untuk ini adalah mafia’. Kerjasama dan perasaan susah dan senang perjuangan untuk mencapai tujuan tentu tidak akan bisa terjadi begitu saja tanpa adanya sebuah proses penyatuan visi dan misi. Menurut kami, proses penyatuan visi dan misi hanya dpt dilakukan dg musyawarah. Musyawarah adalah pembahasan bersama dg maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah. Dalam proses ini, setiap anggota kelompok bebas mengutarakan pendapatnya, mengutarakan masalah-masalah yg ada dan yg mungkin akan terjadi, mencari solusi bersama-sama, kemudian dicapai suatu simpulan yg dijadikan visi dan misi yg digunakan bersama. Tanpa adanya musyawarah, maka susah atau bahkan mustahil kekompakan dapat tercapai karena tdk setiap anggota kelompok memiliki visi dan misi yang sama. Dari uraian di atas kami mencoba untuk menguraikan faktor-faktor pendukung kekompakan, antara lain 1. adanya visi dan misi yg jelas yg ingin dicapai dan dipahami oleh setiap anggota. 2. kesanggupan dan kemauan anggota melakukan visi dan misi tersebut. 3. adanya rasa toleransi dan saling mengerti setiap anggota. 4. adanya komunikasi yang baik antar anggota. Dari uraian di atas kami menyimpulkan bahwasannya kekompakan merupakan hasil dr proses penyatuan visi dan misi seluruh anggota dlm suatu kelompok dlm mencapai tujuannya. Sikap toleransi dan saling mengerti anggota dlm kelompok menjadi faktor utama keberhasilan penyatuan visi dan misi. Dengan kata lain, sikap toleransi dan saling mengerti merupakan faktor utama pembentuk kekompakan. Setelah kita memahami makna dr kekompakan, bahwasannya kekompakan membutuhkan kejelasan visi dan misi dan juga rasa saling mengerti antar anggota, maka kita berharap masalah mengenai kompak atau tidaknya suatu kelompok tdk menjadikan perpecahan bagi setiap anggota kelompok. Alangkah baiknya jika setiap anggota kelompok dpt lbh saling memahami, melakukan musyawarah, saling introspeksi, dan menjauhkan diri dari sikap egois. seorang 'alim berhati-hati menganalisa untuk mengatakan "ini salah" sementara pemalas menyalah- nyalahkan tanpa ilmu dan arah Kompak, merupakan kata-kata yang sering diucapkan dalam suatu kelompok tertentu. Istilah ini identik dengan kebersamaan, yaitu bersama-sama melakukan suatu hal untuk tujuan tertentu. Namun belum tentu orang-orang memahami sepenuhnya arti sebuah kekompakan. Alasannya, terkadang dalam suatu komunitas dengan jumlah anggota tertentu ketika kelompok tersebut melakukan kegiatan, tidak semua dari anggotanya ikut serta dalam kegiatan tersebut. Sehingga sering dari beberapa anggota mengatakan bahwa anggota yang tidak ikut itu tidak kompak dan memandang anggota yang tidak kompak telah melakukan sebuah kesalahan atau hal yang tidak baik. Sering kali dalam suatu kelompok, ada anggota yang berfikir mengapa anggota mereka ada yang tidak kompak. Mereka beranggapan kekompakan sebagai kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama saja, sehingga jika ada anggota kelompok yang tidak ikut dalam kegiatan tersebut akan masuk dalam kategori tidak kompak. Dari permasalahan ini sering berakibat terjadi perpecahan dikarenakan masalah kompak dan tidak kompak ini. Lalu apakah sesungguhnya makna dari sebuah kekompakan? Dalam situasi apa saja kekompakan itu dibutuhkan? Bagaimanakah cara agar suatu kelompok dapat menjadi kompak? Apa saja faktor penghambat dan pendukung sebuah kekompakan? Berikut kami utarakan beberapa opini mengenai kekompakan dengan harapan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut kemudian dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan mencegah perpecahan antar anggota dalam suatu kelompok. Ada beberapa pandangan yang bisa menjawab tentang definisi dari kekompakan. Dalam kamus besar bahasa indonesia, kompak secara terminologis diartikan sebagai bersatu padu dalam menanggapi atau menghadapi suatu perkara. Secara istilah, tiap orang memiliki pandangan masing-masing dalam memaknai kekompakan. Menurut Titta M. Habibi kekompakan itu adalah kebersamaan dalam suatu kegiatan atau pikiran untuk mencapai suatu tujuan. Dari definisi tersebut kami menguraikan unsur dari sebuah kekompakan, yaitu adanya visi dan misi yang jelas, adanya kesanggupan, dan kemauan anggota untuk menjalankan visi dan misi. Satu hal lagi menurut kami yang harus ada adalah saling percaya antar anggota. Karena apabila tidak terdapat rasa saling percaya antara satu anggota dengan anggota yang lain, maka mustahil anggota kelompok tersebut mau melakukan visi dan misi bersama-sama. Kompak sangatlah berhubungan erat dengan suatu kelompok tertentu. Setiap kelompok memiliki tujuan yang ingin dicapai. Jadi kompak itu akan terjadi jika kelompok itu saling bekerjasama dan merasakan susah senang perjuangan untuk mencapai tujuan kelompok tersebut. Akan tetapi konteks tujuan dari kelompok tersebut haruslah tujuan yang baik. Jika tujuan kelompok tersebut merupakan suatu keburukan, kosa kata yang mungkin tepat untuk ini adalah mafia’. Sepertinya kurang cocok untuk menyebut kata 'kekompakan' dalam suatu kegiatan yang mengarah pada keburukan atau hal-hal yang negatif. Malahan, kalau untuk keburukan atau bahkan kejahatan, sepertinya lebih cocok untuk disebut dengan kata 'Mafia'. Jadi, kekompakan dalam suatu hal yang buruk, itu artinya 'mafia'. Simpelnya kalau kita kompak dalam kejahatan atau paling tidak merestui atau tidak melarang suatu bentuk keburukan maupun kejahatan, berarti kita termasuk mafia di dalam kegiatan tersebut. Sekalipun kita bukanlah ujung tombak atau pelaksana dari kegiatan itu. Kerjasama dan perasaan susah dan senang perjuangan untuk mencapai tujuan tentu tidak akan bisa terjadi begitu saja tanpa adanya sebuah proses penyatuan visi dan misi. Menurut kami, proses penyatuan visi dan misi hanya dapat dilakukan dengan musyawarah. Musyawarah adalah pembahasan bersama dengan maksud mencapai keputusan atas penyelesaian masalah. Dalam proses ini, setiap anggota kelompok bebas mengutarakan pendapatnya, mengutarakan masalah-masalah yanng ada dan yang mungkin akan terjadi, mencari solusi bersama-sama, kemudian dicapai suatu simpulan yang dijadikan visi dan misi yang digunakan bersama. Tanpa adanya musyawarah, maka susah atau bahkan mustahil kekompakan dapat tercapai karena tidak setiap anggota kelompok memiliki visi dan misi yang sama. Setelah kita memahami makna dari kekompakan, bahwasannya kekompakan membutuhkan kejelasan visi dan misi dan juga rasa saling mengerti antar anggota, maka kita berharap masalah mengenai kompak atau tidaknya suatu kelompok tidak menjadikan perpecahan bagi setiap anggota kelompok. Alangkah baiknya jika setiap anggota kelompok dapat lebih saling memahami, sering melakukan musyawarah, saling introspeksi, dan menjauhkan diri dari sikap egois. Dari sinilah kita bisa membentuk suatu kelompok yang solid tanpa harus merugikan yang lain. Tidak ada perasaan lebih dari yang lain, sebagaimana tangan kanan tidak merasa lebih dari yang kiri, otak tidak merasa lebih penting daripada kaki. Semua memiliki arti bagi berfungsinya sebuah ada salah satu, bisa berarti tubuh cacat atau tidak sempurna. Setiap personal menyadari tanggung jawab dirinya sendiri, bukan menggantungkan pada bagian lain dan merasa dirinya paling penting atau merasa paling tidak penting. Hadirnya seorang komandan sama pentingnya dengan hadirnya seorang anggota yang paling yunior. Everyone is a Leader, artinya masing-masing bertanggung jawab terhadap fungsi diri dalam bagiannya untuk mencapai tujuan. Tak ada yang merasa superior. Sama seperti dalam setiap gambar teamwork. Semua tangan menyatu membuat komitmen bersama, tak tampak di sana adanya superioritas. Satu orang tidak melebihi yang lain. ”Satukan visi, bedakan aksi,” tuturnya. Jika ada yang terpaksa tidak berfungsi dengan baik, personal tersebut yang menyampaikannya pada bagian yang lain dan bagian yang lain bersama-sama melakukan koordinasi untuk menyelesaikan permasalahan itu. Sama seperti ketika salah satu bagian tubuh ada yang cedera,maka bagian lain ikut merasakan dan segera mengirimkan pasukan darah putih untuk membantu mengobati. Artinya organisasi tidak mampu menentukan tujuan yang jelas yang harus dituju bersama. Sehingga organ organ atau bagian-bagian bekerja semaunya sendiri. Handoko Wignjowargo Managing Partner Maestro Consulting – Coaching – Sharing menjelaskan, untuk memperlancar kerja kerja di perusahaan selain persoalan job description,ada lagi yang namanya kekompakan. ”Kekompakan terjadi karena alasan pribadi dan tugas,”jelasnya. Faktor kesamaan menjadi hal utama dalam menjaga kekompakan. Untuk menjalin kekompakan pegawai, pimpinan perusahaan bisa menerapkan strategi yang berasal dari internal atau eksternal perusahaan, lanjutnya. Bila pilihannya menerapkan strategi dari internal perusahaan maka akan dimunculkan musuh’ dari rekan kerja sendiri. Misalkan saja ada unit kerja yang lebih berhasil. ”Strategi ini pilihan yang sangat riskan. Sebab rawan konflik, ”terangnya. Itulah sebabnya hampir semua perusahaan lebih suka menerapkan strategi eksternal untuk menjaga kekompakan pegawai. Melalui strategi ini, sebuah perusahaan akan menjadikan kompetitornya sebagai musuh’ bersama. Dari uraian di atas kami mencoba untuk menguraikan faktor-faktor pendukung kekompakan, antara lain adanya visi dan misi yang jelas yang ingin dicapai dan dipahami oleh setiap anggota. kesanggupan dan kemauan anggota melakukan visi dan misi tersebut. adanya rasa toleransi dan saling mengerti setiap anggota. adanya komunikasi yang baik antar anggota. Dari uraian di atas kami menyimpulkan bahwasannya kekompakan merupakan hasil dari proses penyatuan visi dan misi seluruh anggota dalam suatu kelompok dalam mencapai tujuannya. Sikap toleransi dan saling mengerti anggota dalam kelompok menjadi faktor Maka dari itu, jangan langsung ikut-ikutan kompak jikalau ada yang menggembar-gemborkan masalah kekompakan. Kita harus kritis. Cerdaslah menelaah tujuan utama dari kegiatan tersebut. Pertimbangkan manfaat dan mudharatnya. Jikalau baik kenapa tidak ? Namun kalau buruk, kenapa harus ikut ? Ingat, hidup kita ada pada pilihan kita sendiri. Signature by DAENG LIRA Padus,opera,drama,band,dsb. Pranala link kekompakan n perihal kompak mengompakkan v menjadikan kompak Sumber Kamus Bahasa Indonesia edisi elektronik Pusat Bahasa, 2008 ✔ Tentang KBBI daring ini Aplikasi Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI ini merupakan KBBI Daring Dalam Jaringan / Online tidak resmi yang dibuat untuk memudahkan pencarian, penggunaan dan pembacaan arti kata lema/sub lema. Berbeda dengan beberapa situs web laman/website sejenis, kami berusaha memberikan berbagai fitur lebih, seperti kecepatan akses, tampilan dengan berbagai warna pembeda untuk jenis kata, tampilan yang pas untuk segala perambah web baik komputer desktop, laptop maupun telepon pintar dan sebagainya. Fitur-fitur selengkapnya bisa dibaca dibagian Fitur KBBI Daring. Database utama KBBI Daring ini masih mengacu pada KBBI Daring Edisi III, sehingga isi kata dan arti tersebut merupakan Hak Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemdikbud dahulu Pusat Bahasa. Diluar data utama, kami berusaha menambah kata-kata baru yang akan diberi keterangan tambahan dibagian akhir arti atau definisi dengan "Definisi Eksternal". Semoga semakin menambah khazanah referensi pendidikan di Indonesia dan bisa memberikan manfaat yang luas. Aplikasi ini lebih bersifat sebagai arsip saja, agar pranala/tautan link yang mengarah ke situs ini tetap tersedia. Untuk mencari kata dari KBBI edisi V terbaru, silakan merujuk ke website resmi di ✔ Fitur KBBI Daring Pencarian satu kata atau banyak kata sekaligus Tampilan yang sederhana dan ringan untuk kemudahan penggunaan Proses pengambilan data yang sangat cepat, pengguna tidak perlu memuat ulang reload/refresh jendela atau laman web website untuk mencari kata berikutnya Arti kata ditampilkan dengan warna yang memudahkan mencari lema maupun sub lema. Berikut beberapa penjelasannya Jenis kata atau keterangan istilah semisal n nomina, v verba dengan warna merah muda pink dengan garis bawah titik-titik. Arahkan mouse untuk melihat keterangannya belum semua ada keterangannya Arti ke-1, 2, 3 dan seterusnya ditandai dengan huruf tebal dengan latar lingkaran Contoh penggunaan lema/sub-lema ditandai dengan warna biru Contoh dalam peribahasa ditandai dengan warna oranye Ketika diklik hasil dari daftar kata "Memuat", hasil yang sesuai dengan kata pencarian akan ditandai dengan latar warna kuning Menampilkan hasil baik yang ada di dalam kata dasar maupun turunan, dan arti atau definisi akan ditampilkan tanpa harus mengunduh ulang data dari server Pranala Pretty Permalink/Link yang indah dan mudah diingat untuk definisi kata, misalnya Kata 'rumah' akan mempunyai pranala link di Kata 'pintar' akan mempunyai pranala link di Kata 'komputer' akan mempunyai pranala link di dan seterusnya Sehingga diharapkan pranala link tersebut dapat digunakan sebagai referensi dalam penulisan, baik di dalam jaringan maupun di luar jaringan. Aplikasi dikembangkan dengan konsep Responsive Design, artinya tampilan situs web website KBBI ini akan cocok di berbagai media, misalnya smartphone Tablet pc, iPad, iPhone, Tab, termasuk komputer dan netbook/laptop. Tampilan web akan menyesuaikan dengan ukuran layar yang digunakan. Tambahan kata-kata baru diluar KBBI edisi III Penulisan singkatan di bagian definisi seperti misalnya yg, dng, dl, tt, dp, dr dan lainnya ditulis lengkap, tidak seperti yang terdapat di KBBI PusatBahasa. ✔ Informasi Tambahan Tidak semua hasil pencarian, terutama jika kata yang dicari terdiri dari 2 atau 3 huruf, akan ditampilkan semua. Jika hasil pencarian dari daftar kata "Memuat" sangat banyak, maka hasil yang dapat langsung di klik akan dibatasi jumlahnya. Selain itu, untuk pencarian banyak kata sekaligus, sistem hanya akan mencari kata yang terdiri dari 4 huruf atau lebih. Misalnya yang dicari adalah "air, minyak, larut", maka hasil pencarian yang akan ditampilkan adalah minyak dan larut saja. Untuk pencarian banyak kata sekaligus, bisa dilakukan dengan memisahkan masing-masing kata dengan tanda koma, misalnya ajar,program,komputer untuk mencari kata ajar, program dan komputer. Jika ditemukan, hasil utama akan ditampilkan dalam kolom "kata dasar" dan hasil yang berupa kata turunan akan ditampilkan dalam kolom "Memuat". Pencarian banyak kata ini hanya akan mencari kata dengan minimal panjang 4 huruf, jika kata yang panjangnya 2 atau 3 huruf maka kata tersebut akan diabaikan. Edisi online/daring ini merupakan alternatif versi KBBI Offline yang sudah dibuat sebelumnya dengan kosakata yang lebih banyak. Bagi yang ingin mendapatkan KBBI Offline tidak memerlukan koneksi internet, silakan mengunjungi halaman web ini KBBI Offline. Jika ada masukan, saran dan perbaikan terhadap kbbi daring ini, silakan mengirimkan ke alamat email gmail com Kami sebagai pengelola website berusaha untuk terus menyaring iklan yang tampil agar tetap menampilkan iklan yang pantas. Tetapi jika anda melihat iklan yang tidak sesuai atau tidak pantas di website ini silakan klik Laporkan Iklan Pengertian kekompakan adalah bekerja sama secara teratur dan rapi, bersatu padu dalam menghadapi suatu pekerjaan yang biasanya ditandai adanya saling ketergantungan. Selanjutnya Mangkuprawira 2009 menyatakan bahwa Kekompakan cohesiveness adalah tingkat solidaritas dan perasaan positif yang ada dalam diri seseorang terhadap kelompoknya. Kekompakan kelompok bukanlah senjata rahasia dalam pencarian untuk peningkatan kinerja kelompok atau tim. Caranya agar berhasil adalah dengan menjaga agar ukuran kelompok-kelompok tugas tetap kecil, menyakinkan standarstandar kinerja dan sasaran-sasaran harus jelas dan dapat diterima, mencapai beberapa keberhasilan awal dan mengikuti petunjuk-petunjuk praktis. Tim kerja yang dipilih sendiri di mana orang-orang mengangkat teman satu timnya sendiri dan cara-cara sosial selepas kerja dapat merangsang kekompakan sosio-emosional. Membantu perkembangan kekompakan sosio-emosional perlu diseimbangkan dengan kekompakan tim. Menurut West 2002, “Ada 5 lima hal yang bisa menjadi bahan latihan kekompakan dalam sebuah tim, yaitu Komunikasi, meliputi kelancaran komunikasi, tepat dan akurat menyampaikan informasi, dan saling terbuka Respek satu sama lain, meliputi memahami kebutuhan dan mendengarkan pendapat pihak lain, memberikan feedback konstruktif, serta member apresiasi Kesiapan menerima tantangan, juga kegigihan dan ketekunan dalam bekerja Kerja sama, meliputi kemampuan memahami pentingnya komitmen, kepercayaan, penyelesaian masalah bersama, kejelasan tujuan, memberi dukungan dan motivasi, serta mengakui kesuksesan Kepemimpinan, baik memimpin orang lain, tim, maupun memimpin diri sendiri. Hal terpenting adalah bahwa teamwork harus dibangun atas dasar kekompakan yang utuh. Kekompakan ditandai dengan kuatnya hubungan antar anggota tim yang saling merasakan adanya ketergantungan dalam urutan tugas, ketergantungan hasil yang ingin dicapai dan komitmen yang tinggi sebagai bagian dari sebuah tim. Karena kekompakan pentingnya kerja tim, kita harus mencontoh yang telihat dari kekompakan pada gambar perlombaan contoh perahu naga. Dalam perlombaan perahu naga diperlihatkan bahwa seluruh anggota tim harus kompak, bekerja sekuat tenaga dan saling bahu-membahu untuk melaksanaan tugasnya. Dalam tim tersebut mempunyai tugas masing-masing seperti ada yang bertugas memberikan semangat, mendayung dan pengarahkan arah perahu. Misalnya yang bertugas sebagai pendayung , dalam mendayung harus serempak, saling bekerja keras dan dalam mendayung searah dan seirama. Seandainya pendayung dalam bekerja itu sendiri-sendiri tidak searah dan tidak kompak dalam mendayung, misalnya ada yang mendayung maju, atau bahkan lebih fatal lagi jika mendayung ke belakang, atau bahkan mendayung ke kanan , kekiri, atau bahkan ada yang diam saja, tentunya perahu tidak akan bergerak tanpa arah dan bahkan memungkinkan perahu tidak akan bergerak sama sekali. Yang lebih fatal lagi karena tim tidak kompak maka perahu bisa saja kalah oleh perahu lain bahkan oleh perahu yang hanya mendayung dengan tangan tanpa dayung karena pelengkapan kurang. Oleh karena itulah sangat pentingnya kekompakan didalam kerja tim. Jika tim kompak dan tentunya Kemenangan yang diperoleh. Begitu juga dengan sekolah, perlu dibangun kerja tim yang kompak, karena dengan kekompakan tujuan dapat tercapai. perahu diibaratkan adalah sekolah. arah perahu ibarat tujuan atau visi misi sekolah dan pendayung merupakan seluruh untuk di dalam sekolah guru , dll. KOMPAK ITU HEBAT

kekompakan merupakan unsur utama dalam